Kamis, 12 Agustus 2010

Hmmm


Seketika tangisan datang dan lukai jemari kalbuku. Mengapa mesti begini? Aku berlarian mengejar setiap langkahnya, namun selalu tak pernah bisa ku gapainya. Aku hanya ingin selalu bersamanya. Aku sangat menyayanginya.

Lembut sapaannya di pagi hari, membuatku selalu ingin berada di sisinya. Aku seorang manusia biasa yang tak ada apa-apanya. Aku hanya manusia yang terkadang lupa bagaimana aku memposisikan diriku dihadapannya. Rasa sayang itu membuatku selalu ingin berada di sisinya.

"Aku memang manusia biasa
yang tak sempurna dan kadang salah
namun di hatiku hanya satu
cinta untukmu luar biasa

Andaikan saja kau tahu
aku takkan mudah berubah
aku kan bertahan selalu bertahan
sampai waktu memanggilku"

*** Adaptasi cerita ini dari Lagu “Manusia Biasa” By: Yovi n Nuno ***

^__^

Jumat, 06 Agustus 2010

Antara Luka dan Cinta


Suatu ketika cinta bertanya pada sebatang pohon kurma, “Mengapa kau bisa berdiri kokoh di tengah padang gersang?”. Mengapa kau malah tak bisa hidup di tempat yang sejuk dan rindang?”. Dengan tersenyum, pohon kurma menjelaskan, “Mungkin kau menganggap gersang sebagai luka, mungkin kau mengidentikkan gersang dengan kesengsaraan. Tapi bagiku, inilah cinta. Di dalamnya aku tumbuh sebagai pohon kurma. Tidak sebagai yang lainnya justru ketika aku ditempatkan di tempat yang sejuk dan dingin, aku merasa terluka. Padahal kau menganggapnya cinta”


Lalu luka datang dan bertanya hal yang serupa pada pohon kurma. Pohon kurma memberikan jawaban yang sama. Lalu luka bertanya, “Sebenarnya apa yang membedakan kami berdua?”. Pohon kurma kembali tersenyum dan balik bertanya, “Luka, apakah kau yakin dirimu adalah luka? Cinta, apakah kau yakin dirimu adalah cinta?”. Luka dan cinta saling berpandangan. Hampir serempak mereka berkata, “Maksudmu?”


“Terkadang sesuatu yang tampak sebagai luka pada hakikatnya adalah cinta. Sedangkan sesuatu yang tampak sebagai cinta terkadang pada hakikatnya adalah luka”


Luka dan cinta kembali berpandangan. Mereka tak mengerti.


“Tapi aku selalu membuat orang bahagia” ujar cinta tiba-tiba.


“Apakah kau yakin ALLAH juga bahagia? Atau orang lain juga bahagia dengan kebahagiaan itu?”


“Aku juga sering buat orang sengsara” Luka angkat suara.


“Apakah kau yakin ALLAH juga pasti murka? Atau orang lain membencinya?”


“Wahai pohon kurma, apa maksudmu sebenarnya? Kami tidak mengerti”


“Sesungguhnya antara luka dan cinta tak ada bedanya. Tergantung dari sisi mana kita melihatnya. Ada orang yang bisa bertahan dengan cinta dan luka sekaligus. Ada orang yang bisa hidup hanya dengan cinta. Ada orang yang bisa hidup hanya dengan luka. Seperti aku ini. Menurut kalian daerah aku ini luka, tapi bagiku cinta.”


Luka dan cinta masih geleng-geleng kepala.


“Sudahlah. Setelah ini, kalian berkaca dan tataplah lekat diri kalian. Kemudian bertanya apakah aku ini luka atau cinta?”


Luka dan cinta pergi meninggalkan pohon kurma dengan seribu tanda Tanya.



*****Saudaraku, terkadang apa yang kita kira itu cinta, terkadang malah sebaliknya, dan terkadang jika kita kira luka padahal itu cinta. Ada makna di balik setiap peristiwa yang perlu kita ambil hikmahnya. Semoga kita bisa lebih bijaksana dalam menilai sesuatu. Wallahu’alam bishawab***** ^_^

Lelah Tapi Akan Berbuah Indah Pada Waktunya


♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥******....Kegalauan ... ...*****♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥

Jika seorang lelaki ingin menarik hati seorang wanita, biasanya yang ditebarkan adalah berjuta-juta kata puitis bin manis, penuh janji-janji untuk memikat hati, "Jika kau menjadi istriku nanti, percayalah aku satu-satunya yang bisa membahagiakanmu," atau "Jika kau menjadi istriku nanti, hanya dirimu di hatiku" dan "bla...bla...bla..." Sang wanita pun tersipu malu, hidungnya kembang kempis, sambil menundukkan kepala, "Aih...aih..., abang bisa aja." Onde mande, rancak bana !!!Lidah yang biasanya kelu untuk berbicara saat bertemu gebetan, tiba-tiba jadi luwes, kadang dibumbui 'ancaman' hanya karena keinginan untuk mendapatkan doi seorang. Kalo ada yang coba-coba main mata ama si doi, "Jangan macem-macem lu, gue punya nih!"

Amboi... belum dinikahi kok udah ngaku-ngaku miliknya dia ya? Lha, yang udah nikah aja ngerti kalo pasangannya itu sebenarnya milik Allah SWT.Emang iya sih, wanita biasanya lebih terpikat dengan lelaki yang bisa menyakinkan dirinya apabila ntar udah menikah bakal selalu sayang hingga ujung waktu, serta bisa membimbingnya kelak kepada keridhoan Allah SWT. Bukan lelaki yang janji-janji mulu, tanpa berbuat yang nyata, atau lelaki yang gak berani mengajaknya menikah dengan 1001 alasan yang di buat-buat.Kalo lelaki yang datang serta mengucapkan janjinya itu adalah seseorang yang emang kita kenal taat ibadah, akhlak serta budi pekertinya laksana Rasulullah SAW atau Ali bin Abi Thalib r.a., ini sih gak perlu ditunda jawabannya, cepet-cepet kepala dianggukkan, daripada diambil orang lain, iya gak? Namun realita yang terjadi, terkadang yang datang itu justru tipe seperti Ramli, Si Raja Chatting, atau malah Arjuna, Si Pencari Cinta, yang hanya mengumbar janji-janji palsu, lalu bagaimana sang wanita bisa percaya dan yakin dengan janjinya?Nah...Berarti masalahnya adalah bagaimana cara kita menjelaskan calon pasangan untuk percaya dengan kita? Pusying... pusying... gimana caranya ya? Ih nyantai aja, semua itu telah diatur dalam syariat Islam kok, karena caranya bisa dengan proses ta'aruf.

Apa sih yang harus dilakukan dalam ta'aruf? Apa iya, seperti ucapan janji-janji seperti diatas?Ta'aruf sering diartikan 'perkenalan', kalau dihubungkan dengan pernikahan maka ta'aruf adalah proses saling mengenal antara calon laki-laki dan perempuan sebelum proses khitbah dan pernikahan. Karena itu perbincangan dalam ta'aruf menjadi sesuatu yang penting sebelum melangkah ke proses berikutnya. Pada tahapan ini setiap calon pasangan dapat saling mengukur diri, cocok gak ya dengan dirinya. Lalu, apa aja sih yang mesti diungkapkan kepada sang calon saat ta'aruf?1. Keadaan KeluargaJelasin ke calon pasangan tentang anggota keluarga masing-masing, berapa jumlah sodara, anak keberapa, gimana tingkat pendidikan, pekerjaan, dll. Bukan apa-apa, siapa tahu dapat calon suami yang anak tunggal, bokap ama nyokap kaya 7 turunan, sholat dan ibadahnya bagus banget, guanteng abis, lagi kuliah di Jepang (ehm), pokoknya selangit deh! Kalo ketemu tipe begini, sebelum dia atau mediatornya selesai ngomong langsung kasih kode, panggil ortu ke dalam bentar, lalu bilang "Abi, boljug tuh kaya' ginian jangan dianggurin nih. Moga-moga gak lama lagi langsung dikhitbah ya Bi, kan bisa diajak ke Jepang!"
lho?

Harapan dan Prinsip Hidup Warna kehidupan kelak ditentukan dengan visi misi suatu keluarga lho, terutama sang suami karena ia adalah qowwan dalam suatu keluarga. Sebagai pemimpin ia laksana nahkoda sebuah bahtera, mau jalannya lempeng atau sradak-sruduk, itu adalah kemahirannya dalam memegang kemudi. Karena itu setiap calon pasangan kudu tau harapan dan prinsip hidup masing-masing. Misalnya nih, "Jika kau menjadi istriku nanti, harapanku semoga kita semakin dekat kepada Allah" atau "Jika kau menjadi istriku nanti, mari bersama mewujudkan keluarga sakinah, rahmah, mawaddah." Kalo harapan dan janjinya seperti ini, kudu' diterima tuh, insya Allah janjinya disaksikan Allah SWT dan para malaikat. Jadi kalo suatu saat dia gak nepatin janji, tinggal didoakan, "Ya Allah... suamiku omdo nih, janjinya gak ditepatin, coba deh sekali-kali dianya...," hush...! Gak boleh doakan suami yang gak baik lho, siapa tahu ia-nya khilaf kan?3. Kesukaan dan Yang Tidak DisukaiDari awal sebaiknya dijelasin apa yang disukai, atau apa yang kurang disukai, jadinya nanti pada saat telah menjalani kehidupan rumah tangga bisa saling memahami, karena toh udah dijelaskan dari awalnya. Dalam pelayaran bahtera rumah tangga butuh saling pengertian, contoh sederhananya, istri yang suka masakan pedas sekali-kali masaknya jangan terlalu pedas, karena suaminya kurang suka.

Suami yang emang hobinya berantakin rumah (karena lama jadi bujangan), setelah menikah mungkin bisa belajar lebih rapi, dll. Semua ini menjadi lebih mudah dilakukan karena telah dijelaskan saat ta'aruf. Namun harus diingat, menikah itu bukan untuk merubah pasangan lho, namun juga lantas bukan bersikap seolah-olah belum menikah. Perubahan sikap dan kepribadian dalam tingkat tertentu wajar aja-kan? Dan juga hendaknya perubahan yang terjadi adalah natural, tidak saling memaksa.4. Ketakwaan Calon PasanganApa yang terpenting pada saat ta'aruf? Yang mestinya menduduki prioritas tertinggi adalah bagaimana nilai ketakwaan lelaki tersebut. Ketakwaan disini adalah ketaatan kepada Allah SWT lho, bukan nilai 'KETAKutan WAlimahAN' :D Karena apabila seorang lelaki senang, ia akan menghormati istrinya, dan jika ia tidak menyenanginya, ia tidak suka berbuat zalim kepadanya. Gimana dong caranya untuk melihat lelaki itu bertakwa atau tidak? Tanyakan kepada orang-orang yang dekat dengan dirinya, misalnya kerabat dekat, tetangga dekat, atau sahabatnya tentang ketaatannya menjalankan ketentuan pokok yang menjadi rukun Iman dan Islam dengan benar. Misalnya tentang sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, atau pula gimana sikapnya kepada tetangga atau orang yang lebih tua, dan lain-lain. Apalagi bila lelaki itu juga rajin melakukan ibadah sunnah, wah... yang begini ini nih, 'calon suami kesayangan Allah dan mertua.'Inget lho, ta'aruf hanyalah proses mengenal, belum ada ikatan untuk kelak pasti akan menikah, kecuali kalau sudah masuk proses yang namanya khitbah. Nah kadang jadi 'penyakit' nih, karena alasan "Kan masih mau ta'aruf dulu..." lalu ta'rufnya buanyak buanget, sana-sini dita'arufin. Abis itu jadi bingung sendiri, "Yang mana ya yang mau diajak nikah, kok sana-sini ada kurangnya?"Wah..., kalo nyari yang mulia seperti Khadijah, setaqwa Aisyah atau setabah Fatimah Az-Zahra, pertanyaannya apakah diri ini pun sesempurna Rasulullah SAW atau sesholeh Ali bin Abi Thalib r.a.? Nah lho...!!!Apabila hukum pernikahan seorang laki-laki telah masuk kategori wajib, dan segalanya pun telah terencana dengan matang dan baik, maka ingatlah kata-kata bijak, 'jika berani menyelam ke dasar laut mengapa terus bermain di kubangan, kalau siap berperang mengapa cuma bermimpi menjadi pahlawan?'Ya akhi wa ukhti fillah,Semoga antum segera dipertemukan dengan pasangan hidup, dikumpulkan dalam kebaikan, kebahagiaan, kemesraan, canda tawa yang tak putus-putusnya mengisi rongga kehidupan rumah tangga. Kalaupun nanti ada air mata yang menetes, semoga itu adalah air mata kebahagiaan, tanda kesyukuran kepada Allah SWT karena Ia telah memberikan pasangan hidup yang selalu bersama mengharap keridhoan-Nya, aamiin allahumma aamiin.Barakallahulaka barakallahu'alaika wajama'a bainakuma fii khairin..................Wallahu a'lam
bishowab,

...................♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥
••♥•.¸¸.•♥•.♥••♥•.¸¸.•♥•.♥••♥•.¸¸.•♥•.♥••♥•.¸¸.•♥•.♥ ♥♥.•*´¨`*•. (`'•.¸ (`'•.¸*¤* ¸.•'´) ¸.•'´) .•*´¨`*•.♥♥ *********** ~.LELAH TAPI INDAH.~ 1 kali dalam 1 tahun kutahu namanya.. 1 kali dalam 1 tahun melihat wajahnya.. 1 kali Ta'aruf dalam 1 tahun kujalaninya.. 1 kali dalam 1 tahun ... .. Hhemmm.......... akhirnya.............. 1 kali dalam 1 hari ku Meminangnya.. Alhamdulillah..!

*********** ♥♥`*•.¸¸.•* (¸.•'´ (¸.•'´*¤* `'•.¸) `'•.¸) `*•.¸¸.•*♥♥ ••♥•.¸¸.•♥•.♥••♥•.¸¸.•♥•.♥••♥•.¸¸.•♥•.♥••♥•.¸¸.•♥•.♥ ~.Pacaran stlh pernikahan, Sungguh mengasyikkan dan halal

Rabu, 04 Agustus 2010

Cerita Yang Indah Tentang AL QURAN.


Mengapa kita membaca Quran, bahkan jika kita tidak mengerti bahasa Arab????

Ini adalah kisah yang indah.

Seorang Muslim tua Amerika bertahan hidup di suatu perkebunan di pegunungan sebelah timur Kentucky dengan cucu lelakinya yang masih muda. Setiap pagi Kakek bangun lebih awal dan duduk di meja dapur membaca Quran-nya. Cucu lelakinya ingin sekali menjadi seperti kakeknya dan mencoba untuk menirunya dalam cara apapun semampunya.

Suatu hari sang cucu bertanya, "Kakek! Aku mencoba untuk membaca Qur'an seperti mu tetapi aku tidak memahaminya, dan apa yang aku pahami aku lupakan secepat aku menutup buku. Apa sih kebaikan dari membaca Qur'an ? "

Sang kakek diam berbalik dari meletakkan batubara di tungku dan menjawab, "Bawa keranjang batubara ini ke sungai dan bawakan saya kembali sekeranjang air”.

Anak itu melakukan seperti yang diperintahkan kakek, tetapi semua air habis menetes sebelum tiba kembali ke rumah. Kakek tertawa dan berkata, "Kamu harus bergerak lebih cepat lagi," Maka ia menyuruh cucunya kembali ke sungai dengan keranjang tersebut untuk dicoba lagi. Kali ini anak itu berlari lebih cepat, tetapi lagi-lagi keranjangnya kosong sebelum ia kembali ke rumah. Terengah-engah, ia mengatakan kakeknya bahwa tidak mungkin untuk membawa air dalam keranjang, dan ia pergi untuk mengambil ember sebagai gantinya.

Orang tua itu berkata, "Aku tidak ingin seember air, aku ingin sekeranjang air. Kau hanya harus berusaha cukup keras," dan dia pergi ke luar pintu untuk mengamati anak itu mencoba masuk

Pada titik ini, anak itu tahu bahwa hal itu mustahil, tetapi ia ingin menunjukkan kepada kakeknya bahwa meskipun dia berlari secepat dia bisa, airnya akan selalu bocor keluar sebelum ia kembali ke rumah. Anak itu kembali mencelupkan keranjangnya ke sungai dan berlari keras, tapi ketika ia mencapai kakeknya keranjang itu kosong lagi. Terengah-engah, ia berkata, "Lihat Kek, percuma saja!"

"Jadi, kau pikir itu tidak ada gunanya?" Orang tua itu berkata, "Lihatlah keranjang."

Anak itu melihat keranjangnya dan untuk pertama kalinya menyadari bahwa keranjang itu sekarang berbeda. Itu telah berubah dari keranjang batubara yang tua kotor dan kini bersih, luar dalam.

”Anakku, itulah yang terjadi ketika kamu membaca Al Qur'an. Kamu tidak bisa memahami atau ingat segalanya, tetapi ketika kamu membacanya, kamu akan berubah, luar dalam ketika Anda membaca waktu oleh waktu. Itulah pekerjaan Allah dalam hidup kita ....", kata si kakek.

Subhanallah..cerita yang sangat bagus, penuh makna.

Senin, 02 Agustus 2010

Syukurku


Detik demi detik waktu terus berputar di jemari hidupku. Begitu cepat waktu berlalu. Semua rasa syukur datang tak terhingga kepada Sang Pencipta ALLAH SWT, karena masih memberikan kesempatan untuk memberikan yang terbaik di sisa usia. Semoga di sisa usiaku, menjadikanku semakin bertaqwa kepada ALLAH SWT, makin bermanfaat untuk orang banyak, menjadikanku lebih baik dari detik ke detik. Ya ALLAH… Aku bermunajat kepadaMu, semua Muhasabahku, menitikkan airmata bahagia, rasa haru atas semua karunia ini...ALHAMDULILLAH.....

Minggu, 01 Agustus 2010

Pelangi Part 2


Kadangkala Dia hilangkan mentari. Kemudian Ia datangkan pula guruh dan kilat. Puas kita menangis mencari mentari. Rupanya, Ia ingin menghadiahkan kita ’sebuah pelangi’.

Aku tahu mentari takkan pernah berhenti bersinar. Dia akan terus mengisi dan menyinari setiap senyum pagi hariku. Namun aku sadar, dia terlalu jauh untuk kuraih. Mentari terlalu jauh dari peredaranku. Sinarnya terlalu menyengat setiap jengkal kulitku. Membuatku terus terbakar. Terbakar dalam nafas yang tersengal. Menenggelamkanku dalam kubangan keringat bercucuran.

Tapi, aku akan terus berkata, "Bersinarlah terus wahai mentari! Bumi membutuhkan hangat senyummu."

Dan aku… akan terus menanti pelangiku dengan setia sampai kapanpun..

Rabu, 28 Juli 2010

Agar Bidadari Cemburu Padamu


Wanita..
Bukan dari tulang ubun ia dicipta..
Karna berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan puja,tak juga dari tulang kaki..
karna nista membuatnya di injak dan di perbudak,tapi..dari tulang rusuk bagian kiri..dekat ke hati untuk di sayangi..
Dekat ke tangan untuk di lindungi..

Senin, 26 Juli 2010

Tahukah Kamu?



Untukmu wahai sang pria, Tahukah kamu dengan apa yang menjadi isi hati para wanita?


Tahukah kamu, sang wanita berbisik dalam hati, “Aku mendambamu, menjadikanmu sebagai imamku.”


Tahukah kamu, wanita hanya bisa menunggu, saat-saat dimana sang pria menjemputnya.


Tahukah kamu, berapa lama aku harus menanti saat itu?


Tahukah kamu, penantian ini menyiksaku.


Tahukah kamu, bahwa fitnah terbesar itu adalah wanita.


Tahukah kamu, aku ingin menjauhkanmu dari fitnah itu.


Tahukah kamu, kesopananmu menawan hatiku.


Tahukah kamu, aku mencintaimu karena aku mencintai Sang Pencipta Cinta ALLAH SWT.


Tahukah kamu, aku mencintaimu karena engkau di cinta Sang Pemberi Cinta.


Jangan biarkan wanita menunggu terlalu lama Wahai Sang Pria. Wanita mempunyai hati yang lunak dan dapat ditempati. Namun itu hanya untuk orang yang dirahmati di dalam sebuah tempat yang senantiasa di berkahi, maka bersungguh-sungguhlah menuju tempat ini.


“Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kamu yang sudah mampu menikah, maka hendaklah ia menikah, maka dari itu lebih baik untuk menundukkan pandangan dan lebih dapat menjaga kehormatan.”(HR. Bukhari)


Ya ALLAH, Tuntunlah semua rasa yang ada di hati, agar rasa yang ada ini tidak membuatku melupakanMu, tetapi makin mencintaiMu.


“Wahai Dzat yang membolak-balik qalbu, teguhkanlah hati kami pada AgamaMu”


Amiin yaa Rabbal'alamiin...

^_^

Pada Suatu Saat


Pada suatu hari ada seorang pria bepergian dalam perjalanan dengannya Istri dan Anak-Anaknya. Dan dalam perjalanan ia bertemu dengan seseorang yang berdiri di jalanan
Jadi dia bertanya kepadanya: Siapakah engkau? Dia berkata:
Aku Uang

Maka orang itu bertanya kepada istrinya dan anak-anak:
Haruskah kami meminta dia ikut bersama kami?

Mereka berkata bersama: Ya tentu saja karena dengan uang itu bisa membantu kita jika kita ingin melakukan apa pun, dan jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, Jadi mereka mengambil Uang ikut bersama mereka.

Dan kendaraan terus jalan sampai pria itu bertemu orang lain di jalan
Bertanya: Siapakah engkau?

Dia berkata: Saya posisi tinggi dan kekuasaan
Jadi ayah bertanya kepada istrinya dan anak-anak: Haruskah kita minta dia ikut bersama kami? Jadi mereka semua jawab bersama dalam satu suara:

Ya tentu saja karena dengan posisi tinggi dan kekuasaan yang kita miliki kemampuan untuk melakukan apa pun yang kita inginkan dan memiliki apa pun yang kita inginkan.

Jadi, mereka mengambil posisi tinggi dan kekuasaan dengan mereka
Dan kendaraan terus untuk menyelesaikan perjalanan tersebut.

Dan juga ia bertemu dengan cara yang sama banyak orang yang memberikan kesenangan dan keinginan hidup ini, SAMPAI.. Mereka bertemu satu orang di jalan ..

Bapak itu bertanya pada dia, Siapakah engkau?

Dia berkata: Akulah Dien (Islam)

Jadi, ayah, istri, dan anak-anak mengatakan semua bersama-sama dalam satu suara: Tidak, tidak ini bukan waktunya, kita menginginkan kesenangan hidup ini dan dunia, dan Diin akan mencegah kita dan melarang kita dari hal-hal ini dan akan mengambil kontrol atas kami, dan kami akan usang dari yang setia dan belajar nya. Dan akan berbicara tentang halal dan Haram, tentang doa dan jilbab, puasa , dan dan dan dan dan sebagainya, ini akan menjadi beban atas kami!

Tapi apa yang pasti adalah bahwa kita pasti akan kembali untuk Anda untuk menjemputmu tetapi hanya setelah kami menikmati kehidupan ini dan segala isinya.

Dengan sedih mereka meninggalkannya di belakang dan kendaraan melanjutkan perjalanannya.

Dan sesuatu yang muncul di tengah jalan

Ini adalah titik di jalan dan itu tanda mengatakan

STOP!

Dan mereka menemukan menunjuk orang untuk keluar dari kendaraan.

Maka orang itu berkata kepada ayahnya:
Perjalanan telah berakhir sejauh Anda khawatir!!
Dan kepada Anda untuk keluar dan ikut aku.


Sang ayah terkejut dengan rasa takut dan tidak mengucapkan sepatah kata pun.


Maka orang itu berkata kepadanya: Aku mencari Islam Apakah dia dengan Anda?

Dia menjawab: "Tidak, aku meninggalkannya tidak terlalu jauh ke belakang. Jadi, jika Anda dapat membiarkan aku kembali, aku bisa membawanya untuk Anda:

Anda tidak memiliki kemampuan untuk kembali, perjalanan Anda telah berakhir dan tidak ada akan kembali sekarang .. kembali orang itu berkata.

Tapi aku sudah memilikinya

Uang,
Posisi tinggi dan kekuasaan,
Istri saya,
Anak-anakku,
dan dan dan dan dan dan.

Orang itu berkata kepadanya:
Mereka tidak akan menguntungkan Anda dan tidak pula mereka
melindungi Anda di depan Allah. Tidak sedikitpun!

Dan kau akan meninggalkan semua ini, dan tidak salah satu dari mereka akan membantu Anda kecuali Agama Islam, Anda tahu? ANDA berbeloklah ke kiri jalan.
Jadi ayah bertanya: Dan siapakah engkau sebenarnya?

AKU KEMATIAN

Yang mana Anda perlu
dari dan tidak memperhitungkan dalam perjalanan Anda!

Sang ayah melihat kendaraan dan menemukan istrinya mengambil kendali dan melanjutkan perjalanan dengan semua penumpang, tetapi dia

Dan tidak satupun dari mereka tinggal dengan dia, dan tidak satupun dari mereka membantu dengan cara apa pun.

ALLAH mengatakan:
"Katakanlah:" Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, teman Anda, atau kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu takut penurunan: atau rumah-rumah di mana kamu senang - yang lebih mahal untuk Anda selain Allah, Rasul-Nya atau, atau berjuang dalam Nya menyebabkan; - maka tunggulah sampai ALLAH mendatangkan keputusan-Nya: dan apa yang dikatakan ALLAH adalah benar " (QS 9:24)

Dan ALLAH berkata:

"Setiap jiwa akan memiliki rasa kematian: Dan hanya pada hari kiamat akan dibayar penuh balasan. Hanya dia yang diselamatkan jauh dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga akan telah mencapai objek (Kehidupan):. Untuk kehidupan dunia ini hanyalah barang dan barang bergerak dari penipuan. " (QS 3:185)

Rabu, 14 Juli 2010

Maybe


Maybe. . we were supposed to meet the
wrong people before meeting the right
one so that, when we finally meet the
right person, we will know how to be
grateful for that gift.

Maybe . . . it is true that we don't
know what we have until we lose it,
but it is also true that we don't know
what we have been missing until it
arrives.

Maybe . . . the brightest future will
always be based on a forgotten past;
after all, you can't go on
successfully in life until you let go
of your past mistakes, failures and
heartaches.

Maybe . . you should hope for enough
happiness to make you sweet, enough
trials to make you strong, enough
sorrow to keep you human, and enough
hope to make you happy.

Maybe . . . the happiest of people
don't necessarily have the best of
everything; they just make the most of
everything that comes along their way.

Maybe .. . . the best kind of friend is
the kind you can sit on a porch and
swing with, never say a word, and then
walk away feeling like it was the best
conversation you've ever had.

Maybe . . . happiness waits for all
those who cry, all those who hurt, all
those who have searched, and all those
who have tried, for only they can
appreciate the importance of all the
people who have touched their lives.

May be . . you should do something nice
for someone every single day, even if
it is simply to leave them alone.

Maybe . . . there are moments in life
when you miss someone -- a parent, a
spouse, a friend, a child -- so much
that you just want to pick them from
your dreams and hug them for real, so
that once they are around you
appreciate them more.

Maybe … giving someone all your love
is never an assurance that they will
love you back. Don't expect love in
return; just wait for it to grow in
their heart; but, if it doesn't, be
content that it grew in yours.

Maybe .. . . you should dream what you
want to dream; go where you want to
go, be what you want to be, because
you have only one life and one chance
to do all the things you dream of, and
want to do.

Senin, 12 Juli 2010

God Said No


I asked God to take away my habit. God said, No.. It is not for me to take away, but for you to give it up.

I asked God to make my handicapped child whole. God said, No.. His spirit is whole, his body is only temporary.

I asked God to grant me patience. God said, No.. Patience is a byproduct of tribulations; it isn't granted, it is learned.

I asked God to give me happiness. God said, No.. I give you blessings; Happiness is up to you.

I asked God to spare me pain. God said, No..Suffering draws you apart from worldly cares and brings you closer to me.

I asked God to make my spirit grow. God said, No..You must grow on your own, but I will prune you to make you fruitful.

I asked God for all things that I might enjoy life. God said, No..I will give you life, so that you may enjoy all things.

I asked God to help me LOVE others, as much as He loves me. God said... Ahhhh, finally you …

Minggu, 11 Juli 2010

Wise Word Part 3


"Seorang manusia harus cukup rendah hati untuk mengakui kesalahanya, cukup bijak untuk mengambil manfaat dari kegagalannya dan cukup berani untuk memperbaiki kesalahannya"

"Keikhlasan mempunyai kilauan dan sinar, meskipun ribuan mata tidak melihatnya."

"Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibuka. Tetapi sering kali kita terpaku terlalu lama pada pintu yang tertutup sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan bagi kita."

"Kebijaksanaan menjanjikan kejayaan dan kebahagiaan tetapi jika disalahgunakan akan mewujudkan penderitaan"

"Setiap orang dapat mencapai kejayaan dalam hal apa saja, asalkan ia sangat menyukai pekerjaan yang dilakukan."

"Barangsiapa membawa berita tentang orang lain kepadamu, maka dia akan membawa berita tentang dirimu kepada orang lain."

"Kesempatan yang kecil seringkali merupakan permulaan kepada usaha yang besar."

"Sekiranya anda meletakan satu nilai kecil ke atas diri anda sendiri, ketahuilah bahwa dunia tidak akan meningkatkan harga anda itu"

"Jangan menyalakan api untuk membakar musuh anda sedemikian panas, sehingga anda sendiri hangus karenanya."

"Jangan memandang ke bawah (untuk mengetahui kekuatan tanah yang dipijak) sebelum mengawali langkah. Hanya mereka yang menetapkan pandangan mereka ke arah atas yang jauh dihadapan saja yang akan menemui jalan benar."

"Keikhlasan itu umpama seekor semut hitam di atas batu yang hitam di malam yang amat kelam. Ia hanya wujud tapi amat sukar dilihat."

"Supaya engkau mendapatkan sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang" Hamka

" Barangsiapa yang hari ini sama dengan kemarin, maka tertipulah dia, dan barangsiapa hari ini lebih jahat dari kemarin, maka terkutuklah dia."

"Kata-kata itu sebenarnya tidak mempunyai makna untuk menjelaskan perasaan. Manusia boleh membentuk seribu kata-kata, seribu bahasa. Tapi kata-kata bukan bukti unggulnya perasaan"

"Kawan sejati ialah orang yang mencintaimu meskipun telah mengenalmu dengan sebenar-benar baik dan burukmu."

"Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak bisa menemukan jalan keluar".

Cinta


Cinta itu ibarat sebuah anak panah. Sekali ia terlepas, ia akan menancap dimana saja. Tidak tanganmu atau tanganku yang mampu mematahkannya. Dia akan tetap disana dan waktu tak membuatnya berkarat.

Kadang cinta tak sepaham dengan logika. Memilih waktu dan orang yang tepat untuk jatuh cinta. Orang bilang cinta tidak mempunyai mata. Tetapi semua orang mempunyai mata.

Bersama dirimu, akan ku alami bahagia.Walau pahitnya juga akan terasa pada nantinya, karena itulah hidup ada bahagia dan kesedihan.

Memang cinta tak bermata. Hebatnya cinta bisa butakan siapa saja. Cinta memang tak perduli rasa. Semua bisa jatuh cinta.

Cinta itu sekeping rahasia yang bersemayam dalam hati. Ia memiliki peraturan-peraturan sendiri dan hanya kita yang tahu.

Sesungguhnya, hakikat cinta adalah memberi tanpa berharap. Ketika kita berbicara cinta maka yang harus kita lakukan adalah memberi, Memberi dan Memberi.

Cinta yang berkualitas kasih mampu membuat orang lain memiliki cinta dan kasih sepertinya. cinta itupun bukan membuat lemah seseorang, tetapi justru membuat kuat dan tegar orang lain.

Ada kekuatan di dalam cinta, dan orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat. Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan dirinya sendiri.

Rabu, 30 Juni 2010

Bunga Mawar


Di suatu taman bunga yang indah, penuh dengan aneka bunga Mawar. Mawar itu begitu cantik dan wangi, ketika perlahan aku datang dan menghampirinya. Tapi dia penuh duri, tapi hal itu tetap tak menyurutkan niatku untuk tetap mendekatinya. Kemudian karena perasaan senang akan mawar itu, aku memetiknya, tapi…tanpa sadar mawar itu melukaiku. “Aduuuh”, sakit rasanya, aku mengaduh pelan. Kemudian tidak jauh dariku Mawar yang lain berseru padaku, dan hei aku bisa mendengar mereka bicara!

“Kamu mengapa memetik kami, sedangkan kami begitu indahnya dan wangi ditata rapi oleh penjaga taman ini, kenapa kamu ingin memetik kami? Apa mau kamu?” tanya sang Mawar kepadaku. Aku bingung dan masih kaget harus jawab apa. Dengan terbata-bata aku akhirnya menjawab, “ Maafkan aku, aku begitu mengagumi bunga Mawar, aku begitu senang melihat Mawar ini tumbuh mekar dan bersemi indah”.

Mawar dengan nada sedih menjawab, “Jika kamu benar menyukai kami, kenapa engkau mengambil kami, sedangkan kami akan mati jika kau petik, keindahan kami akan hilang dengan kau petik, kau ingin melihat kami tetap cantik, tetap wangi, tetapi kau memetik kami yang pada akhirnya kami jadi layu dan mati”.

“Maafkan aku Mawar, aku tidak pernah bermaksud begitu, aku hanya mengagumi indahnya Mawar yang membuatku tanpa sadar memetik dan ingin memilikinya, walau akhirnya aku sadar itu sudah melukaimu Mawar, maafkan aku” jawabku terbata-bata.

Ya, keindahan itu biarlah tetap terlihat di mata dan dirasakan di hati. Terkadang apa yang kita anggap benar tidaklah demikian. Banyak dari kita yang tidak pernah merasa bersalah atas apa yang kita lakukan, padahal itu sangat menyinggung orang yang jadi teman, saudara kita. Apa yang kita pikirkan tentang sesuatu belum tentulah benar. Mintalah selalu petunjuk ALLAH, terhadap segala hal yang terjadi dalam hidup, maka ALLAH akan menunjukkan jalannya pada kita. Insya ALLAH, Amiin Yaa Rabbal’alamiin.

Minggu, 27 Juni 2010

Uniknya Hidup


Hidup itu indah, unik dengan segala tingkah laku yang ada dalam kehidupan.Kita terkadang merintih, menangis, meringkuk kesakitan karena kita terkadang tidak sanggup lagi menghadapi semua yang terjadi. Ambil sisi terbaik dari semua kejadian hidup. Karena semua ada hikmah yang tersembunyi di balik setiap kejadian. Belajar menjadi pribadi yang dewasa dengan lebih banyak memberi, tidak egois terhadap apa yang dirasakan.

Memberi bukan untuk menerima. Menjadi seseorang yang dewasa dalam menyikapi hal yang terjadi dalam hidup. Kita ada bukan untuk menerima apa yang diberikan orang lain pada kita. Tetapi kita belajar bagaimana memberi tanpa harus ada imbalan disana.

Menghargai perbedaan yang terjadi, menghargai segala kekurangan yang ada pada masing-masing pribadi menjadi saling melengkapi. Hidup akan indah dengan segala yang ada pada kita dengan saling melengkapi, menutupi kekurangan masing-masing tanpa perlu ada yang merasa iri atau dengki disana. Terima segalanya dengan kedewasaan sikap dan tindakan.

Sabtu, 26 Juni 2010

Ya ALLAH, Aku Jatuh Cinta


Ya ALLAH, yang membolak balikkan hati kami.. selama ini aku tidak pernah tahu bagaimana rasanya mencinta. Namun aku berharap bila cinta hadir menyapaku, aku tidak akan kehilangan Engkau.

Ya ALLAH, selama ini aku hanya berharap Semoga bisa mencintai orang yang memiliki cinta yang luar biasa kepadaMu.

Ya ALLAH, selama ini aku juga berharap Semoga bisa dicintai oleh Orang yang bisa mengarahkanku Menuju KeridhaanMu.

Pintaku ya ALLAH, Ijinkan aku memiliki rasa ini. Hingga ia menjadi indah di dada kami tanpa mengurangi rasa cinta kami kepadaMu…

Bilakah Waktunya akan tiba? Semoga tak akan lama lagi..

Amiin Yaa Rabbal’alamiin

Ujian dan Cobaan


Ya ALLAH, dunia yang Engkau hamparkan ini indah, tetapi durinya sering menusuk. Nikmat yang Kau berikan takkan dapat untukku menghitungnya. Tetapi ya ALLAH, hambaMu ini sering lupa dan lena karena buaian mimpi yang tak sudah. Ya ALLAH, ujian yang Engkau berikan terasa begitu perih, kadangkala IA menguji kesabaran dan keimananku yang terkadang tipis, setipis kulit bawang. Ya ALLAH, jika ini ujian yang pantas untukku lalui, bantulah aku. Agar aku tidak tersasar dari jalanMu. Agar aku bisa bersyukur dengan ujianMu ini ya ALLAH.

Buat insan yang diuji, bersabarlah, sesungguhnya ALLAH bersama-sama kita. Percayalah, ALLAH mendengar segala tangisan dan kesedihanmu. Ingatlah ujian ALLAH ini bukan satu penyiksaan, tetapi hakikatnya engkaulah insan yang terpilih. Engkaulah insan yang layak menerima rahmat dan keridhaanNya, sekiranya engkau sabar dan ridha.

Terimalah takdir yang telah ditetapkan ALLAH untukmu wahai insan. Terimalah dengan hati yang terbuka, berlapang dadalah kamu dengan segala ketentuanNya. Karena pasti akan ada manis dibalik kepahitan yang engkau rasa. Wahai insan yang diuji, jangan sekali engkau merasa sendiri. Sungguh, ALLAH senantiasa bersamamu. Setiap derita yang engkau lalui itu sering diiringi rahmat ujianNya, maka bersabarlah dan tabahlah.

Untuk insan yang diuji, teman-temanmu yang lalai diuji dengan kesenangan dan kekayaan mereka, tetapi engkau diuji dengan derita dan kesengsaraan. Sadarkah engkau wahai insan terpilih, engkaulah yang beruntung, karena ujian yang diberikanNya membuat dirimu semakin dekat denganNya.Tidakkah engkau melihatnya? Tidakkah engkau menyadarinya? Bersyukurlah, bersyukurlah, bersyukurlah wahai insan yang dikasihi ALLAH.

Minggu, 20 Juni 2010

Pribadi dan Kehidupan


Berjuanglah menguasai pikiranmu yang tidak jernih sebelum pikiran itu menguasaimu. Manfaatkanlah pikiran itu, sebelum ia memanfaatkanmu, karena jika engkau membiarkannya begitu saja, ia akan tertanam kuat dan tumbuh. Ketahuilah, pikiran itu akan menguasai dan membunuhmu. Waspadalah wahai manusia, janganlah engkau menderita, meski bayangannya mendekatimu. Karena bayangan itu akan tumbuh, semakin besar dalam ukuran dan kekuatan dan kemudian makhluk kegelapan itu akan berubah menjadi nyata sebelum engkau menyadari kehadiran monster hitam dan jahat tersebut.

Ada orang yang menjalani hidup dalam ketakutan abadi terhadap kemarahan mereka. Kemarahan bagaikan setetes tinta di dalam segelas susu. Begitu marah, tidak ada tetesan lagi. begitu tinta itu larut di dalam susu, susu akan lenyap selamanya. Kemarahan tidak akan pergi bila menyerah kepaddanya. Ia akan memangsa dan menghasilkan kemarahan yang jauh lebih besar. Maka, siklus itu tidak akan pernah berakhir.

Kemarahan sama berbahayanya bagi kita maupun orang lain. Kita harus bertanya kepada diri sendiri, Apakah kemarahan kita berarti? Jika iya karena apa berarti kemarahan kita itu.

Sisi terburuk dari diri kita adalah membiarkan yang terburuk dalam diri kita itu dikendalikan olehnya.

Belajarlah untuk menjadikan diri lebih dewasa, menjadikan setiap waktu dan detik kehidupan adalah pelajaran. Waktu ke waktu kita makin dewasa dalam pribadi, memberi tanpa harus mengharapkan menerima. Karena suatu saat nanti dari memberi banyak hal kita juga akan mendapatkan sesuatu disana. Ntah itu sekarang atau nanti.

Jumat, 04 Juni 2010

For You


Dia berbicara tentang kesendirian, kesepian dan kehilangan Semua berada diantara ada dan tiada, mengayuh bahtera kehidupan yang tak akan pernah ramah padanya. Hidup itu karang, hidup itu batu terjal. Kapan kau bisa mengajaknya serta, kapan kau bisa mengajaknya bermain. Semua tanpa kau sadari itu datang padamu, berawal dan berakhirpun engkau tidak tahu itu kapan terjadi.


Seseorang datang atas nama teman atau apa, aku tidak tahu itu. Aku hanya bisa mengatakan dengan kebeningan kata yang terucap, terima kasih padanya atas semua perhatiannya. Ntah apa itu namanya, yang jelas dia datang mencerahkan hari-hari. Terima kasih ^_^

Pintu Hati


Hari demi hari berlalu di depan mata seperti bayangan tanpa kata-kata. Seseorang datang mengetuk rumahku yang aku sendiri pada awalnya enggan untuk membukanya. Aku di antara kesendirianku. Pintu itu berkata,” Benarkah ada yang mengetuk ku? Jika iya, siapa yang mau mengetuk pintu yang sudah lama aku enggan membukanya? Apakah dia tidak salah mengetuk pintu? Apakah dia tidak salah menginginkan pintu terbuka untuknya?. Kemudian pintu dengan pelan mulai sedikit demi sedikit membuka, walau tanpa disadari pintu itu masih ragu didatangi. “Apakah engkau benar akan membuka pintuku ini” Tanya pintu itu pada yang ingin membukakan pintu itu”. Ya, aku ingin membuka pintumu, bolehkah aku membukanya, aku ingin memasuki nya. Jawab yang ingin membuka pintu itu. Tapi apakah engkau ingin serius membukanya, apakah engkau tidak bercanda? Iya aku tidak bercanda” jawab dia meyakinkan sang pintu. Baiklah kalau begitu, aku akan membukakan pintu itu, tapi aku bisanya membuka secara pelan, karena pintu ini telah lama tertutup, jadi agak khawatir pintu ini akan membuka dan menutup tanpa aku sadari sendiri. “ baiklah, jangan khawatir, aku akan selalu menjagamu”.

Pintu itu telah terbuka sedikit demi sedikit, namun entah mengapa, terkadang pintu itu merasakan ada yang tidak lagi membukanya, menyapanya pelan. Si pintu bertanya lagi dalam hati, “Apa salahku, kenapa aku dibiarkan saja. Mana janjinya yang akan membuka pintu ini dengan hati-hati. Aku sekarat, aku tak lagi seperti dulu yang bisa mudah dibuka.” Namun tak kunjung di temukan jawaban itu.

Semuanya datang dan sirna di saat yang hampir bersamaan. Pintu ku yang sudah aku buka, kemudian di tutup dengan cara paksa, yang membuat aku tak ingin lagi membukanya. Kemudian ada yang ingin mengetuk pintu itu lagi, tapi kenapa semuanya sama? Sama ingin mengetuk saja, tapi setelah pintu itu terbuka, pintuku di tinggalkan sedikit demi sedikit. Apa yang kalian inginkan wahai pengetuk pintuku. Kalian hanya ingin membuka tanpa ingin memasukinya? Kenapa kalian tidak bertanggungjawab dengan hal itu. Pintuku memang lama di bukanya, kalian tau kenapa pintu itu sulit untuk dibuka. Tapi kalian tetap memaksa untuk mencobanya. Kalian sekarang berkata, itu kan pilihan kami, kami berhak untuk memilih. Hei! Aku juga tidak ingin dipilih atau memilih! Kalian yang datang padaku! Kalian yang berkeinginan membukanya. Kalian yang dengan tanpa bersalahnya mengatakan ini kan pilihan! Memang aku juga tidak boleh memilih! Aku bukan rumah yang seenaknya kalian datangi kemudian kalian pergi tanpa pamit. Kalian mungkin pamit, Tapi dengan cara yang menyakitkan pintuku dan bunga-bunga yang ada di taman rumahku.

Sekarang aku tanya, jika pintu sodara kalian yang menjadi sasaran orang yang tidak engkau kenal, apa yang akan engkau lakukan? Engkau sakit hati? Engkau marah? Tapi benarkah begitu, benarkah engkau sakit hati dan marah? Jika memang engkau marh dan sakit hati, kenapa ke pintu orang lain engkau tega memperlakukannya? Memang kalian anggap aku bukan orang yang sama, tidak mempunyai pintu itu juga?

Cukuplah kusimpan semua ceritaku yang dulu, tentangku , tentang apapun yang membuatku tiada berarti, dipersimpangan aku berdiri membisu. Harusku putuskan kemanakah ku melangkah.

Jangan lagi, usikku meski aku tak tahu kemana lagi aku berlari kejar harapan yang sempat mengelam. Biarkanlah ku hidup dengan nafas yang baru, Nafas yang menyimpan kedamaian, di persimpangan aku berdiri.

Cukup Januari kemarin ku tinggalkan kelamku, tentang ku dan masa lalu yang membuatku tiada berarti